BPSDMD Provinsi Banten Gelar Pelatihan Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita Tahun 2025

Sumber Gambar :

Serang, 3 Juni 2025 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita, yang dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDMD Provinsi Banten, Bapak Untung Saritomo, S.Sos, SH, M.Si. Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, dengan metode pembelajaran blended learning (kombinasi daring dan tatap muka).

Dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan kewajiban yang melekat pada setiap ASN, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Terlebih bagi ASN di bidang kesehatan, yang memiliki peran strategis tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan nasional di tingkat pelayanan dasar, termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan gizi buruk.

Lebih lanjut, beliau mengutip Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menegaskan hak setiap anak atas layanan kesehatan dasar dan pemenuhan gizi yang cukup demi tumbuh kembang optimal. Oleh karena itu, ASN kesehatan di puskesmas, dinas kesehatan, maupun fasilitas layanan lainnya memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan upaya promotif, preventif, dan kuratif atas masalah gizi, khususnya pada balita. Serta menggarisbawahi bahwa gizi buruk merupakan indikator langsung dari kegagalan pemenuhan hak dasar anak, yang berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kecerdasan anak, bahkan meningkatkan risiko kematian dini. Di Provinsi Banten, prevalensi gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan nyata di beberapa kabupaten/kota, sehingga diperlukan langkah cepat, tepat, dan terkoordinasi.

"Melalui pelatihan ini, saya berharap peserta dapat memperbarui ilmu dan keterampilan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun komitmen bersama untuk mewujudkan generasi Banten yang sehat, cerdas, dan bebas dari gizi buruk," ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para ASN kesehatan, agar pelayanan yang diberikan lebih tepat sasaran, cepat tanggap, dan berkelanjutan demi mendukung tujuan pembangunan kesehatan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Provinsi Banten.


Share this Post