LAN RI Gelar Virtual Public Lecture Series 2
Sumber Gambar :Jakarta, 4 Juni 2026 Dalam upaya memperkuat transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) menyelenggarakan Virtual Public Lecture Series 2 dengan tema "Unlocking Impact: Langkah-Langkah Mengukur Keberhasilan Corporate University ASN" pada Kamis, 4 Juni 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube ini menghadirkan para narasumber kompeten yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengembangan kapasitas ASN. Acara dibuka dengan keynote speech dari Dra. Army Winarty, M.Si., Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN RI.
Turut hadir sebagai narasumber, Cepy Ramdhani, SST, M.Stat, Widyaiswara Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Perencanaan Bangkom dan Kurikulum Pusdiklat BPS, serta Endan Suwandana, ST, M.Sc., Ph.D, Widyaiswara Ahli Utama BPSDMD Provinsi Banten. Diskusi dipandu oleh moderator Andhi Kurniawan, Analis Kebijakan Ahli Muda LAN RI.
Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengukuran dampak implementasi Corporate University ASN sebagai strategi pengembangan kompetensi yang terintegrasi dengan kinerja organisasi. Berbagai pendekatan, indikator keberhasilan, serta metode evaluasi pembelajaran dibahas secara komprehensif guna memastikan setiap program pengembangan kompetensi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui penyelenggaraan Virtual Public Lecture Series 2 ini, LAN RI berharap dapat memperkuat kapasitas para pengelola pengembangan kompetensi, widyaiswara, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem pembelajaran ASN yang berkelanjutan, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik dan pengalaman antarinstansi dalam mengimplementasikan Corporate University ASN guna mendukung terwujudnya ASN yang profesional, adaptif, dan berdaya saing menuju birokrasi yang berdampak bagi masyarakat.