Cetak Aparatur Inovatif, BPSDMD Banten Luncurkan Pelatihan Ekonomi Kreatif Berbasis Demografi

Sumber Gambar :

Pandeglang – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten resmi membuka Pelatihan Manajemen Ekonomi Kreatif Berbasis Demografi Tahun Anggaran 2026 di Aula BPSDMD Provinsi Banten, Selasa (21/7). Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar mampu merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi kreatif yang adaptif terhadap dinamika demografi dan potensi daerah.

Kepala BPSDMD Provinsi Banten, Drs. E.A. Deni Hermawan, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah karena mampu mengintegrasikan kreativitas, inovasi, teknologi, serta kekayaan budaya lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan sektor ini harus didukung oleh aparatur yang memiliki perspektif strategis dan mampu membaca karakteristik demografi sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik penduduk yang berbeda, mulai dari komposisi usia, tingkat pendidikan, hingga potensi budaya dan sumber daya lokal. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara seragam, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi demografi masing-masing wilayah agar kebijakan yang dihasilkan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Deni Hermawan mengungkapkan bahwa bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia merupakan peluang besar apabila mampu dikelola melalui strategi yang tepat. Salah satunya adalah dengan mendorong lahirnya ekonomi kreatif berbasis bakat, minat, dan passion masyarakat, khususnya generasi muda. Pendekatan ini diyakini dapat melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas lapangan kerja di berbagai sektor kreatif.

Dalam pelatihan ini, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Industri Hobi dan Talenta, yaitu berbagai aktivitas berbasis minat seperti seni, kerajinan, teknologi, olahraga rekreasi, budaya, kuliner hingga kegiatan sosial-keagamaan yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Selama ini, banyak potensi tersebut belum dikelola secara sistematis, sehingga diperlukan aparatur yang mampu mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengintegrasikannya ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

Selain itu, pelatihan membekali peserta dengan pendekatan Eventonomics, yakni strategi pembangunan ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai event dan kompetisi yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan mampu melihat peluang ekonomi yang sebelumnya belum tergarap menjadi program yang terencana, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala BPSDMD juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun kolaborasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang inovatif dan responsif terhadap perubahan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Ekonomi Kreatif Berbasis Demografi Tahun 2026 ini, BPSDMD Provinsi Banten berharap lahir aparatur yang tidak hanya memahami konsep ekonomi kreatif, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Dengan demikian, bonus demografi dapat dioptimalkan menjadi kekuatan pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, meningkatkan daya saing daerah, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banten secara berkelanjutan.


Share this Post